riniraihan

METODE/STRATEGI PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL “ BERNYANYI & BERMAIN MUSIK, ROLE PLAYING”

Posted on: September 30, 2012

METODE/STRATEGI PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL “ BERNYANYI & BERMAIN MUSIK, ROLE PLAYING”

 

TUGAS KELOMPOK

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kajian pengembangan Kemampuan Sosial Emosional Anank Usia Dini

Yang dibina oleh Bapak Musa Sukardi

 

Oleh :

                          Binti Sulistyorini, dkk

 

 

 

 

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN KEPENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN PRASEKOLAH

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Maret, 2012

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur penyusun panjatkan atas kehadirat Allah SWT , karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, penyusun dapat menyelesaikan pembuatan makalah yang berjudul ” Metode/strategi pengembangan sosial emosional melalui kegiatan menyanyi, bermain musik dan role playing” dengan baik.

Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Bapak Musa Sukardi selaku dosen mata kuliah Kajian Pengembangan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia Dini yang telah membimbing dalam menyelesaikan makalah ini serta teman-teman yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu memberikan saran dan motivasi.

Penyusun menyadari sepenuhnya atas segala kekurangan pada makalah ini dan sangat mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan makalah ini sehingga dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan informasi tentang metode/strategi pengembangan sosial emosional. Atas segala saran dan bantuan, penyusun ucapkan terima kasih.

 

 

 

 

 

Blitar,    Maret 2012

 

 

Penyusun

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………….. i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………… 1

  1. Latar Belakang………………………………………………………………………….. 1
  2. Rumusan Masalah……………………………………………………………………… 1
  3. Tujuan …………………………………………………………………………………….. 1

BAB II PEMBAHASAN

  1. Pengertian Menyanyi………………………………………………………………….
  2. Pengertian Bermain Musik…………………………………………………………..
  3. Pengertian Role Playing………………………………………………………………

 

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan……………………………………………………………………………….
  2. Saran………………………………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Stimulasi sangatlah penting dalam proses pembelajaran anak usia dini. Segala sesuatu yang diinderakan anak akan menjadi stimulus terbaik bagi perkembangan mereka. Semua yang dilihat, didengar, disentuh, dirasa, diraba, dicoba, dimanipulasikan, dan juga yang dialami, akan terus menambah referensi perbendaharaan pengetahuan dan pengalaman bagi anak. Hal ini sangat mungkin, sebab anak usia dini berada dalam periode keemasan atau yang biasa disebut sebagai masa Golden Age.

Proses pembelajaran atau pengalaman yang berasal dari lingkungan sangat berpengaruh bagi perkembangan anak. Selain optimalisasi pengembangan fungsi panca indera, lingkungan yang kondusif, aman, dan menyenangkan lebih memberi kesempatan pada anak untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang ada pada dirinya. Otak manusia akan selalu memberi respon positif jika segala aktivitas yang dilalui terasa menyenangkan. Demikian halnya dengan apa yang dialami oleh anak. Mereka akan menyerap berbagai informasi yang diberikan oleh orang lain maupun yang dialaminya sendiri apabila hal tersebut terjadi dalam kondisi yang menyenangkan.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh para pendidik untuk menciptakan kondisi yang menyenangkan dalam proses pembelajaran. Bermain, interaksi, eksploratif serta kegiatan musikal adalah beberapa kegiatan yang dapat ”menghidupkan” kegiatan pembelajaran. Bahkan dalam kegiatan musikal, anak tidak hanya merasakan kesenangan tetapi mereka juga dapat terlatih gerak motoriknya, ekspresi, kepekaan terhadap nada dan birama, serta dapat mengembangkan berbagai kecerdasan lain pada anak, seperti bahasa, logika matematis, intra dan interpersonal.

 

  1. B.     Rumusan Masalah
  2. Apakah yang dimaksud dengan Menyanyi?
  3. Apakah yang dimaksud dengan bermain musik?
  4. Apakah yang dimaksud dengan role playing?
  5. C.    Tujuan
  6. Dapat menjelaskan tentang menyanyi
  7. Dapat menjelaskan tentang bermain musik
  8. Dapat menjelaskan tentang role playing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Pengertian Metode Pembelajaran PAUD

Menurut kamus bahasa Indonesia, metode dapat diartikan sebagai cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.

Sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU sisdiknas, 2003). Dari pengertian tersebut, secara sederhana dapat diartikan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang sistematis dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini, yaitu mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

  1. B.     Metode Bernyanyi

Bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. Hampir setiap anak sangat menikmati lagu-lagu atau nyanyian yang didengarkan, lebih-lebih jika nyanyian tersebut dibawakan oleh anak-anak seusianya dan diikuti dengan gerakan-gerakan tubuh yang sederhana. Melalui nyanyian atau lagu banyak hal yang dapat kita pesankan kepada anak-anak, terutama pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama. Melalui kegiatan bernyanyi suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan, menggairahkan, membuat anak bahagia, menghilangkan rasa sedih, anak-anak merasa terhibur, dan lebih bersemangat, sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih mudah dan lebih cepat diterima serta diserap oleh anak-anak. Dengan bernyanyi potensi belahan otak kanan dapat dioptimalkan, sehinggga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih lama mengendap di memori anak (ingatan jangka panjang), dengan demikian anak akan selalu ingat pesan-pesan yang diterimanya.

 

Sebagai pamong PAUD dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif, termasuk dalam hal bernyanyi. Pamong PAUD sangat mungkin dapat mengganti syair lagu anak-anak yang sudah ada menjadi syair baru yang disesuaiakan dengan pesan-pesan yang akan diberikan, atau bahkan mungkin dapat menciptakan lagu-lagu baru. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, bila menciptakan lagu untuk anak-anak, adalah : (1) mengandung nilai-nilai agama atau pesan-pesan yang positif, (2) bahasanya indah dan mudah dimengerti anak, (3) tidak terlalu panjang, (4) iramanya mudah dicerna dan (5) syair dan liriknya bisa melibatkan emosi anak (gembira, semangat, kagum, dll). Dalam kegiatan bernyanyi ini akan lebih sempurna jika pamong PAUD dapat mengiringinya dengan alat-alat musik secara langsung, misalnya piano, organ, gitar, biola, seruling, harmonika, pianika, atau alat musik yang lain, sehingga suasana akan lebih hidup dan lebih menyenangkan.

Berikut ini beberapa contoh lagu yang sudah diganti syairnya, sesuai dengan pesan-pesan yang diinginkan.

  1. Lagu ” balonku ada lima” diubah menjadi lagu “rukun Islam yang lima”. Syairnya berubah sebagai berikut :

 Rukun Islam yang lima

Syahadat, sholat, puasa

Zakat bagi si kaya

Haji bagi yang kuasa

Siapa sudah sholat hai….

Siapa sudah zakat

Allah memberi rahmat

Kan selamat di akherat

  1. Lagu ” kring-kring ada sepeda” diubah menjadi lagu “tok-tok ucap salam”, syairnya menjadi :

Tok-tok-tok ucap salam

Assalamualaikum

Bila kau masuk rumah

Tuntunan Rosulullah

Hai-hai-hai anak sholeh

Rajin-rajin belajar

Karena belajar itu

Pasti disayang Allah

Dalam menyanyikan lagu langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh seorang pamong PAUD antara lain adalah : (1) pilihlah lagu yang cocok, dalam arti sesuai dengan tema, situasi dan kondisi, (2) jika itu lagu baru (belum dikenal anak), sebaiknya nyanyikan terlebih dahulu minimal tiga kali, (3) bersama anak-anak nyanyikan lagi secara berulang-ulang, (4) bila perlu bagilah menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok bernyanyi bersama kelompoknya, (5) pilihlah beberapa anak yang mungkin sudah hafal lagu itu untuk menyanyi secara individu, (6) nyanyikan sekali lagi secara bersama-sama dan (7) ulangi lagi lagu tersebut pada hari yang lain.

  1. C.    Musik untuk Anak Usia Dini

Musik bukan hanya kegiatan yang identik dengan kemampuan bernyanyi. Lebih dari itu, musik juga erat kaitannya dengan kemampuan dan kepekaan seseorang dalam melakukan gerak tari, harmonisasi nada, pengekspresian seni musik, mengikuti ketukan serta penggunaan alat musik, baik alat musik buatan maupun alat musik yang sesungguhnya.

Dengan demikian, adalah sebuah kewajaran jika para pendidik anak usia dini sudah dibekali dengan kemampuan musikal. Bernyanyi sesuai dengan nada, manari dengan penjiwaan, berekspresi dalam berbagai apresiasi musik, serta keterampilan dalam menggunakan satu atau beberapa alat musik sederhana seperti pianika, perkusi, gitar, keyboard, ataupun angklung perlu dikuasai oleh para pendidik anak usia dini. Namun yang jauh lebih penting adalah upaya optimal dari pendidik dalam mentransformasikan kemampuannya tersebut kepada para peserta didik dengan cara-cara yang tepat seperti yang telah diungkapkan sebelumnya.

Bermusik serta mendengarkan musik merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. Hampir setiap anak akan dengan mudah mengikuti kegiatan ini. Sering kita lihat seorang anak yang berhenti sejenak dengan kegiatannya hanya karena ada suara lagu di televisi kemudian ia fokus memperhatikan TV. Ada pula anak-anak yang dengan asiknya bernyanyi lagu-lagu yang sering ia dengar saat mereka sedang makan, mandi, menjelang tidur, ataupun bermain. Bagi anak, musik dapat menimbulkan rasa kebersamaan serta rasa gembira.

Menurut beberapa penelitian, musik sudah dapat distimulasikan sejak anak masih berada dalam kandungan, karena dianggap mampu menstimulasi kerja neuron-neuron pada otak anak. Bagaimanapun, musik akan sangat membantu anak dalam melatih kemampuan menyimak, konsentrasi serta menambah kosakatanya.

Selain bernyanyi dan bereksplorasi dengan alat musik, kegiatan lain dalam musik adalah gerak dan lagu serta menari. Menari sebagai salah satu bentuk kegiatan dari seni musik yang beragam jenisnya, sehingga tidak semua kegiatan tari appropriate (berkesesuaian) bagi anak. Menari lebih spesifik dikatakan oleh Stinson sebagai gerakan yang beraturan, signifikan dan dipengaruhi oleh penjiwaan.Tari yang kreatif adalah gerakan yang ditampilkan secara menarik dengan menyesuaikan alunan lagu atau musik. Terlepas dari itu, gerakan tari untuk anak sebaiknya yang mudah dan tidak terlalu bervariasi, menyenangkan bagi anak, dan dalam kondisi tertentu gerakan tari anak bersifat alami.

Gerakan tari pada anak usia dini umumnya bersifat pengulangan dari 5-6 gerakan, dengan ditambah variasi formasi yang sederhana. Hal penting yang perlu diperhatikan oleh guru ataupun orangtua adalah memperhatikan kondisi fisik dan psikologis anak saat ingin menari. Memaksakan atau menekan anak untuk menunjukkan suatu gerakan tari, terlebih harus sempurna, hanya akan membuat kondisi menjadi semakin buruk dan tidak mengembangkan kreativitas mereka. Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan yang dilakukan guru dan anak berdasarkan indikator kemampuan dari kecerdasan musikal:
1. Menyanyikan lagu-lagu anak
Guru mengajak anak menyanyikan lagu-lagu yang sesuai dengan tema-tema yang digunakan atau yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Dalam hal ini guru dapat membuat atau mengkreasikan lagu baru ciptaannya sendiri. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan atau tanpa alat musik pengiring.
2. Bermain Tepuk
Kegiatan bermain tepuk merupakan salah satu kegiatan yang juga sangat digemari anak selain bernyanyi. Anak akan dikenalkan berbagai pola tepuk yang disesuaikan dengan tema-tema. Gerak dan ekspresi sangat memberi pengaruh dalam kegiatan ini. Guru juga dapat berkreasi membuat berbagai permainan tepuk yang memotivasi, mengenalkan sebuah konsep, atau melatih konsentrasi anak.
3. Tebak nada dan lagu
Dalam kegiatan ini, guru dapat melakukannya dengan bantuan alat musik ataupun dengan bersenandung tanpa syair. Kemudian anak diminta menebak lagu berdasarkan bunyi solmisasi dari alat musik tersebut atau nada yang dimunculkan dari suara senandung guru.
4. Bermain alat musik buatan
Ada beberapa jenis alat musik yang bisa dipelajari atau dilatihkan kepada anak. Alat musik juga ada yang berupa alat musik permanen maupun alat musik buatan di mana bahannya dapat diperoleh di sekitar anak. Agar lebih menarik, alat-alat itu kemudian dihiasi dengan berbagai macam hiasan. Saat melaksanakan kegiatan ini sebaiknya guru
5. Gerak dan Lagu-Menari
Secara umum ada dua jenis tarian dalam kegiatan seni itu sendiri. Pertama, kegiatan tari daerah. Kemudian dilanjutkan dengan menari modern. Sebelum anak diajarkan tari, biasanya anak akan diajak bergerak bebas mengikuti irama musik. Kemudian mereka mulai dikenalkan dengan kegiatan gerak tari yang berpola dan menggunakan beberapa formasi.

  1. Role Playing

Metode bermain peran ini dikategorikan sebagai metode belajar yang berumpun kepada metode perilaku yang diterapkan dalam kegiatan pengembangan. Karakteristiknya adalah adanya kecenderungan memecahkan tugas belajar dalam sejumlah perilaku yang berurutan, konkret dan dapat diamati. Bermain peran dikenal juga dengan sebutan bermain pura-pura, khayalan, fantasi, make belive, atau simbolik. Menurut Piaget, awal main peran dapat menjadi bukti perilaku anak. Ia menyatakan bahwa main peran ditandai oleh penerapan cerita pada objek dan mengulang perilaku menyenangkan yang diingatnya. Piaget menyatakan bahwa keterlibatan anak dalam main peran dan upaya anak mencapai tahap yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak lainnya disebut sebagai collective symbolism. Ia juga menerangkan percakapan lisan yang anak lakukan dengan diri sendiri sebagai idiosyncratic soliloquies.

Mengajarkan Bahasa Inggris Pada Anak-anak Dengan Roleplaying

Ini adalah salah satu cara mengajarkan Bahasa Inggris dengan teknik roleplay. Contoh yang akan diuraikan adalah ketika guru mengajarkan salam; Greetings.

Setelah anak berlatih secara berulang-ulang bagaimana mengucapkan salam seperti good morning, good afternoon, good night dsb. Ajaklah anak-anak untuk bermain peran sambil mengucapkan salam tersebut.

Materi : Good morning

Langkah-langkahnya sbb:

  1.  Guru memberikan instruksi bahwa anak-anak harus menjawab salam ketika ada orang yang masuk ke ruang kelas.
  2. Guru keluar kelas lalu membuka pintu kelas sambil mengucapkan “Good morning..” (anak-anak akan serentak menjawab  ” Good morning..)
  3. Guru meminta beberapa anak untuk keluar kelas  lalu membuka pintu kelas dan bersama-sama mengucapkan ” Good morning…” kepada teman-teman di dalam kelas. ( teman-temannya dengan kompak akan menjawab good morning pula.
  4. Guru juga dapat meminta anak-anak untuk membawa tas dan berperan  ketika mereka masuk kelas di waktu pagi.

Materi : Good Night

Langkah-langkah sbb:

  1. Guru menyiapkan properti penunjang misalnya meja yang akan dijadikan sebagai tempat tidur (bila persiapan matang, guru dapat membawa bantal, selimut  atau piyama anak agar situasi lebih jelas)
  2. Mintalah seorang anak untuk berpura-pura tidur di meja(tempat tidur) tsb.
  3. Guru berperan sebagai ibu yang ingin mengucapkan salam ketika anak akan pergi tidur.
  4. Ucapakan ” Good night..” pada anak ybs  lalu anak menjawab salam yang sama.
  5. Mintalah siswa  secara bergantian untuk menjadi ibu dan anak
  6. Buatlah situasi lucu seperti menambahkan kalimat: “Jangan ngompol ya…”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini, yaitu mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. Hampir setiap anak sangat menikmati lagu-lagu atau nyanyian yang didengarkan, lebih-lebih jika nyanyian tersebut dibawakan oleh anak-anak seusianya dan diikuti dengan gerakan-gerakan tubuh yang sederhana. Melalui nyanyian atau lagu banyak hal yang dapat kita pesankan kepada anak-anak, terutama pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama. Melalui kegiatan bernyanyi suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan, menggairahkan, membuat anak bahagia, menghilangkan rasa sedih, anak-anak merasa terhibur, dan lebih bersemangat, sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih mudah dan lebih cepat diterima serta diserap oleh anak-anak.

Musik bukan hanya kegiatan yang identik dengan kemampuan bernyanyi. Lebih dari itu, musik juga erat kaitannya dengan kemampuan dan kepekaan seseorang dalam melakukan gerak tari, harmonisasi nada, pengekspresian seni musik, mengikuti ketukan serta penggunaan alat musik, baik alat musik buatan maupun alat musik yang sesungguhnya.

Metode bermain peran ini dikategorikan sebagai metode belajar yang berumpun kepada metode perilaku yang diterapkan dalam kegiatan pengembangan. Karakteristiknya adalah adanya kecenderungan memecahkan tugas belajar dalam sejumlah perilaku yang berurutan, konkret dan dapat diamati. Bermain peran dikenal juga dengan sebutan bermain pura-pura, khayalan, fantasi, make belive, atau simbolik. Menurut Piaget, awal main peran dapat menjadi bukti perilaku anak. Ia menyatakan bahwa main peran ditandai oleh penerapan cerita pada objek dan mengulang perilaku menyenangkan yang diingatnya. Piaget menyatakan bahwa keterlibatan anak dalam main peran dan upaya anak mencapai tahap yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak lainnya disebut sebagai collective symbolism. Ia juga menerangkan percakapan lisan yang anak lakukan dengan diri sendiri sebagai idiosyncratic soliloquies.

 

 

 

  1. Saran
  2.  

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: