riniraihan

MEREKA SUDAH MULAI ‘MEREKAM’ KEMAMPUAN DAYA INGAT, ANAK CERDAS SOSIAL, Kalau aku salah omong, perbaiki dong Let’s play math!, KEGIATAN BELAJAR ‘BRAIN-BASED’ UNTUK MELEJITKAN ‘MUSIC SMART’DAN ‘SOCIAL SMART’

Posted on: January 2, 2012

MEREKA SUDAH MULAI ‘MEREKAM’

Dari artikel diatas telah diuraikan bahwa kemampuan anak merekam berkembang sangat pesat dan terdapat lima jenis daya ingat pada anak usia 2 tahun yakni:
1. daya ingat secara visual
2. daya ingat yang berhubungan dengan pendengaran
3. daya ingat yang berhubungan dengan penciuman
4. daya ingat yang berhubungan dengan gerak
5. daya ingat yang berhubungan dengan bahasa

KEMAMPUAN DAYA INGAT ANAK

Setiap anak memiliki kemempuan daya ingat yang berbeda-beda diantaranya:
1. Kemampuan antisipasi
Ketika anak menonton acara TV kesukaannya anak akan menunjukkan antusias menjelang waktu tayang acara tersebut. Bahkan jika TV lupa tidak dinyalakan, ia akan meminta untuk menyalakannya.
2. Kemampuan mendengar
Anak sudah bisa mendengar intruksi dan mampu untuk merasakan serta melaksanakan intruksi tersebut. Misalnya “tolong ambilkan sendokitu saying”, maka anak akan melakukan interusi tersebut.
3. Kemampuan mengatasi masalah
Anak menggunakan bekal pengetahuannya dari satu situasi lain yang berbeda. Begitu ia mampu untuk memasukkan potongan puzzle sesuai dengan gambarnya, ia akan mampu melakukan dengan mudah untuk kedua kalinya.
4. Kemampuan bahasa
Diawali dengan kemampuan untuk mengingatkan kembali huruf yang pernah dilihat sebelumnya, anak bisa memperluas pengertian bahasanya. Pada saat dibacakan sajak, misalnya, yang pertama diingat adalah beberapa baris huruf terakhir, tapi melalui peragaan bersama, sajak tersebut akan bisa diingat sepenuhnya.
5. Kemampuan mengenal
Walau beberapa bulan tidak bertemu kakek dan neneknya, kemampuan daya ingat akan bekerja saat anak bertemu mereka.

CERDAS SOSIAL

Ada beberapa kegiatan yang dapat mendorong kecerdasan social anak diantaranya:
1. Mengembangakan dukungan social, dukungan social diduga merupakan sumber dukungan terbesar dalam pelatihan sosialisasi. Mulai dari orang terdekat dirumah: ibu, bapak, nenek, kakek, lalu om, bude, pakde, guru, tetangga, teman-teman anak.
Media/teknik yang digunakan:
Sesering mungkin ajak anak bertemu sanak saudara, untuk melatih anak tata cara bersosialisasi, berlatih sabar menunggu orang tua bercakap-cakap, berlatih menjawab pertanyaan standar tentang siapa namanya, berapa umurnya, kelas berapa, apa hobinya, dll.
2. Membuat aturan tingkah laku, anak harus dilatih mematuhi peraturan tertulis/tidak tertulis soal tingkah laku, karena kemudahan bersosialisasi ternyata tergantung kemampuan seseorang memahami aturan. Jika ceroboh dan masa bodoh pasti tidak disukai orang, jika santun akan disukai orang.
Media/teknik yang digunakan:
Beritahu anak peraturan umum yang berlaku di tempat yang akan dikunjungi, jauh dari sebelumnya. Misalnya, sebelum berkunjung dirumah nenek yang penuh koleksi pecah belah mahal, anak sudah diberitahu, dilatih, tentang konsekwensinya jika melanggar peraturan.
3. Member tugas pekerjaan rumah, pada dasarnya anak yang aktif suka sekali disuruh bergarak. Jadi jangan sungkan/tidak percaya jika hendak meminta tolong mengerjakan sesuatu pada anak.
Media/teknik yang digunakan:
Beri tugas rutin rumah tangga kepada setiap anak, mulai usia 18 bulan ketas. Bentuk tugasnya sngat bervariasitergantung kemampuan masing-masing anak. Jadikan itu sebagai ungkapan kasih saying mereka terhadap keluarga.
4. Mencari cara penyelesaikan konflik, latihan menghargai perbedaan pendapat, lati anak untuk menyelaesaikan konflik, bukan mengadu atau menghindari konflik. “Berbeda itu indah” adalah kata kunci untuk memahami perbedaan.
Media/teknik yang digunakan:
Jika anak dating dan mengadukan konflik yang dihadapi, jangan langsung member solusi, tanyakan apa yang terjadi, bagaimana jalan keluar yang terbaik menurut ana. Bertindaklah seperti sebuah cermin, agar anak menemukan sendiri jawaban jitu untuk menyelesaikan konflik.
5. Mendorong kegiatan social di lingkungan, sikap kita terhadap kejadian yang menimpa orang lain adalah contoh bagia anak. Kepedulian kita anak memudahkan proses empati anak terhadap lingkungan, walaupun tidak langsung terkait dengan dirinya.
Media/teknik yang digunakan:
Tunjukkan dan contohkan sikap peduli setiap ada orang menderita. Siapkan uang receh untuk penegemis, jangan bersikap negative pada peminta sumbangan (jika tidak mau member katakana dengan sopan). Ajak anak ke panti asuhan/rumah jompo untuk berbagi rezeki sekaligus mensyukuri nikmat memiliki keluarga.
6. Menumbuhkan sikap ramah dan menjauhkan buruk sangka, sikap kita terhadap perbedaan akan menjadi patokan apakah kita termasuk orang yang buruk sangka atau tidak. Anak sangat mudah menangkap bahasa tubuh, bahasa verbalatau bahasa apapun yang kita pakai dalam berburuk sangka (bisik-bisik, mncibir dll)
Media/teknik yang digunakan:
Bersikaplah ramah terhadap semua orang. Jangan samakan ramah dengan lemah. Ramah tepi tetap waspada akan membuat kita disukao sekalid=gus dihormati orang lain. Hindari membicarakan kejelekan orang. Jika ingin anak waspada terhadap orang tertentu, beri tips. Misalnya: “kalau ada om itu kamu harus panggil mama ya. Nanti mama temani kami”.

Kalau aku salah omong, perbaiki dong

Anak usia 2 tahun sering banya melakukan kekeliruan ketika berbicara, ketika anak mulai bertutur anatara 6 bulan sampai 2 tahun, bunyi yang dikeluarkan cenderung merupakan tiruan sempurna terhadap lingkungannya. “apa yang ia dengar akan diucapkannya”.
Keterkaitan bahasa dan pikiran akan terbentuk ketika anak umur 2tahun atau lebih. Begitu anak mulai berpikir untuk merumuskan dan mengirimkan pesan-pesan sendiri lewat penuturan, kekeliruan berbahasa akan sangat banyak dan tak terhindarkan. Orang tua sebaiknya membantu anak batita memperbaiki kemampuan bahasanya dengan cara mengatasi masalahnya, diantaranya:
1. Kalimatnya terlalu singkat
Anak batita jarang sekali bicara dalam kalimat penuh. Mereka cenderung menggunakan kata seperlunya dan membuang kata yang tak perlu. Misalnya, dedek mamam / adek mau makan.
Memperbaikinya: perluasnya kalimat anak. Tiap kali anak mengucapkan kalimat super singkat, tanggapi dengan mengulaingi apa yang akan diucapkan dalam bentuk lengkap. Misalnya: jika anak berkata “dedek mamam”, tanggapi “oh, adeh mau makan?”
2. Penyempitan dan perluasan arti kata
Anak batita kadang melihat tiap kata hanya memiliki satu hubungan kata tunggal dengan apa yang pertama kali diasosiasikan dengan satu kata. Missal, ‘mama’ adalah orang yang pertama kali mengasuhnya, dan ‘kucing’ adalah hewan berbulu, berekor, berkaki empat yang pertama kali dikenalnya. Ketika ada makna tumpang tindih pada satu kata, anak sulit memahaminya. Misalnya, ‘mam’ juga adalah seorang ‘perempuan’, atau nenekpun adalah seorang ‘mama’ bagi orang lain. Kekeliruan ini disebut penyempitan arti kata. Kadang kala anak juga kesulitan bila kosa katanya tak cukup memedai untuk mengungkapkan pengalaman baru. Misalnya, anak mengatakan ‘kucing’ untuk menyebut najing, kambing, singa, harimau dan semua hewan yang berbulu, berkaki empat, berekor yang ditemuinya. Kekeliruan ini disebut ‘perluasan arti kata’.
Memperbaikinya: berikan sejumlah informasi akurat dan penjelasan yang memungkinkan anak untuk menata ulang dan memperluas system klasifikasi kata dalm otaknya. Misalnya, saat kita menyebut diri kita sebagai mama, tambahkan juga informasi lain, ini mama adek, namanya lisa, mama adek perempuan. Mama lisa juga punya mama, namnya eyang putri, eyang putri juga perempuan. Sedangkan untuk membantu anak memiliki kosa kata memadai untuk mengungkapkan pengalamannya, adalah mengenal berbagai pilihan kata tiap kali anak menyebutkan kata tertentu. Misalnya anak menunjuk kandang singa di kebun binatang sambil mengatakan kucing, maka tanggapan kita adalah adek mau lihat singa?
3. Keliru tata bahasa
Anak batita seringkali belum bisa menggunakan kalimat aktif (awalan me) dan pasif (awalan di). Misalnya “dedek pukul kakak” disini tidak jelas siapa yang memukul dan siapa yang dipukul.
Memperbaikinya: pahami dulu situasinya. Misalnya, “ya, betul dedek dipukul kakak”.
Perhatikan bahwa ‘bersabar’ dan ‘tak mencela’ adalah tips dalam upaya memperbaiki kekeliruan anak, anak yang selau dicela ketika salah, mungkin tak akan berbuat kesalahan, tapi mungkin dia akan berhenti bicara, dan tak ada peningkatan apapun. Sebaiknya anak yang kekeliruannya dianggap lucu, lau tak diberi penjelasan, pengembangan serta tak dibantu menyusun kata-katanya, mungkin akan keterusan.

Let’s play math!

Konsep matematika dapat diajarkan sebelum anak masuk taman kanak-kanak. Matematikan bukan hanya tentang penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian atau konsep konsep rumit lainnya, ada banyak hal sederhana yang berkaitan dengan matematika yang dapat diajarkan pada anak sejak dini, namun disesuaikan juga dengan tingkat perkembangan anak
Permainan-permainan yang dapat diajarkan diantanya:
• Jumlah
Siapkan wadah plastic dan 5 buah bola kecil warna-warni. Lalu, mintalah anak anada untuk memasukkan bola-bola itu sambil menghitungnya bersama-sama.
• Tempat yang benar
Bisa menggunakan mainan kayu bongkar pasang berbentuk segitiga, lingkaran, serta persegi warna warni. Minta anak memasukkan keeping-keping ketempat yang benar sambil menjelaskan apa nama bentuk keeping tersebut.
• Meronce
Guntinglah kertas warna-warni beraneka rwarna menjadi bentuk segitiga, lingkaran, segi empat, dan beri lubang dibagian tengahnya. Gunting pula sedotan sepanjang 1 cm dan siapkan benang wol. Lalu, ajarkanlah si kecil meronce kertas bergantian dengan potongan sedotan sambil menyebutkan nama bentuknya. Setelah si kecil sudah cukup lancer, anda hanya perlu menyebutkan bentuknya, dan dialah yang meroncenya.
• Menyusun batu
Ajaklah si kecil mengumpulkan beberapa batu kerikil. Cuci bersih dan gunakan untukbermain. Caranya, anda berdua bisa menyusun bersama-sama batu-batu itu menjadi bentuk segitiga, lingkaran dan segiempat, jelaskan nama bentuknya setiap kali menyusun batu-batu itu. Setelah ia sudah cukup lancer melakukannya, ajaklah si kecil berlomba bersam-sama.
• Menggambar
Siapkan buku gambar berukuran besar atau beberapa lembar HVS serta spidol. Lalu gambarlah titik-titik yang berbentuk angka dan bentuk-bentuk segitiga, lingkaran dan segi empat, lalu minta si kecil menyambung titik- titik tersebut, sambil anda menjelaskan bentuk atau angka yang sedang ia gambar.
• Merangkai
Siapkan beberapa tangkai bunga. Ambil 5 tangkai untuk bunga merahdan 4 tangkai untuk bunga warna kuning. Lalu berikan intruksi kepada si kecil untuk memesukkan bunga-bunga satu per satu kedalam gelas berisi air, sambil menghitung bersama-sama.

KEGIATAN BEJAJAR ‘BRAIN-BASED’
UNTUK MELEJITKAN ‘MUSIC SMART’DAN ‘SOCIAL SMART’

Berikut ini beberapa cara mengembangkan kecerdasan music:
1. Menyanyikan atau memutar lagu-lagu
Putar berbagai aliran music ringan-termasuk sweet rock dan jazzy-sebagai materi awal. Sweet music dapat menambah koleksi pengetahuan si kecil.
Media/teknik yang dipakai
CD audio/kaset putar saat yang tepat, saat anak santai, sedang makan, sedang bersiap tidur.
2. Melatih kepekaan terhadap ritme
Sejak usia 1-5 tahun anak sudah dapat menikmati music. Perhatikan saat ia mendengar lagu lalu menggerakkan badan, bertepuk tangan, tersenyum atau tertawa.
Media/teknik yang dipakai
Karena lagu yang diputar tujuannya untuk didengarkan anak secara seksama, sesuaikan dengan kondisi anak.
3. Mengiringi anak belajar menyanyi awal
Ajarkan anak bersenandung/berdendang. Ini akan mengenalkan notasi padanya. Misalnya, lagu pelangi-pelangi dengan lalala lilili
Media/teknik yang dipakai
Putarkan lagu tanpa kata dan bersenandunglah bersama anak dengan gitar atau keyboard.
4. Bergerak sambil menyanyi
Bergerak bebas sambil bernyanyi gembira baik untuk latihan berekspresi
Media/teknik yang dipakai
Putarlah lagu kesukaan anak, dorong anak mengekspresikan syair-syairnya.
5. Action song
Lagu-lagu dengan aksi memang diciptakan untuk dilakonkan semua. Misalnya, lagu jari jempol sambil menunjukkan jempol.
Media/teknik yang dipakai
Rekaman lagu-lagu aksi versi lama untuk anak
6. Membuat alat music sendiri
Ajarkan anak menbuat gendang, gitar kardus, krecekan, sesudah selesai siapkan pertunjukan dengan melatih beberapa lagu andalan yang disukai semua anak. Undang anggota keluarga besar untuk menyaksikan anak unjuk kebolehan main band.
7. Kreativitas dengan music
Ajak anak menggambar sesuai music yang akan diputar. Minta mereka memilih alat gambar yang disukai dan cocok dengan beat musiknya.
Media/teknik yang dipakai
Aneka music yang pendek masa putarnya. Perdengarkan dulu lagu sesaat, lalu minta anak mulai menggambar sesuai tempo music. Untuk anak batita minta mereka menbuat titik/goresan saat tempo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: